Rabu, 18 November 2015

Filled Under:

Pendidikan Kewarganegaraan



Nama Kelompok :

Herbi                                       1514051022
Rio Wahyu Pratama                1514051023
Juniarto                                   1514051024
Eka Agustina                          1514051025
Cindy Nopritasari                   1514051026
Ni Kadek Susani Rusadi         1514051027

Perlukah Identitas Nasional di pertahankan?
Strategi apa yang dapat anda rekomendasikan?
Identitas merupakan ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Dan dapat diartikan setiap bangsa memiliki ciri khas, keunikan, dan sifat-sifat yang berbeda dengan bangsa lain. Dengan demikian identitas nasional itu jati diri bangsa atau kepribadian suatu bangsa. Kepribadian tercermin pada seluruh tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain.
Identitas Nasional sangat perlu dipertahankan agar agar setiap warga negara dapat memahami jati diri bangsa sehingga menumbuhkan kebanggaan sebagai warga negara. Didalam karakter meliputi sifat kejiwaan, akhlak, budi pekerti, tabiat, watak yang membedakan seseorang dengan orang lain. Masyarakat yang beragam berusaha membangun kesatuan bersama, sebab nilai-nilai yang tertanam sejak zaman dulu karena hadirnya globalisasi bisa memudarkan warisan budaya. Identitas sering kali menutup diri dari perubahan, karena khawatir identitas yang dibangun oleh para pendahulu hilang. Sehingga identitas bukan hanya sesuatu yang dipertahankan namun juga selalu berproses mengalami perkembangan.

Strategi untuk mempertahankan Identitas Nasional
1. Mengembangkan Nasionalisme
a. Menggunakan barang atau produk hasil bangsa sendiri, karena bisa menambah rasa cinta bangga akan hal yang dibuat oleh tangan tangan  kreatif penduduknya.
b. Menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, bisa diwujudkan misalnya dengan membaca, menonton, mengunjungi hal hal yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Ini bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari masing masing individu.
c. Berprestasi dalam segala bidang misalkan dari bidang olahraga, akademik, teknologi dan lain lain. Ini bertujuan untuk menambah rasa bangga dan sikap rela berkorban demi bangsa.
2. Pendidikan
Jati diri bangsa dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukan jati diri bangsa indonesia. Salah satu kenyataan bangsa Indonesia ialah memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan jumlah suku yang ratusan dengan budayanya masing—masing merupakan kekayaan yang sangat berharga didalam pembentukan bangsa Indonesia yang multikultural. Di dalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menjadi penunjangnya.
3. Pelestarian Budaya
Seseorang yang disebut berbudaya adalah seorang yang menguasai dan berperilaku sesuai nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etis dan moral yang hidup didalam kebudayaan tersebut. Budaya menjadi faktor penentu jati diri bangsa. Suatu budaya yang dipakai dan diterapkan dalam kehidupan waktu yang lama, akan mempengaruhi pembentukan pola kehidupan masyarakat, seperti kebiasaan rajin bekerja. Kebiasaan ini berpengaruh untuk jangka panjang. Namun kenyataannya budaya Indonesia sekarang ini mengalami penurunan dalam hal itu.

Kesimpulan dari kelompok kami ialah bahwa identitas yang dimiliki setiap bangsa merupakan suatu hal yang vital karena didalamnya terdapat nilai-nilai fundamental yang harus dipertahankan demi kesatuan bangsa yang utuh. Pancasila sebagai landasan bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang sebenarnya hak-hak dari setiap nilai yang tertulis disitu sudah mendarah daging pada setiap masyarakat. Proses pencapai kesatuan juga tidak boleh dilupakan dari zaman kerajaan sampai sekarang. Indonesia yang memiliki keragaman budaya, baasa, suku, ras, dan lain lain juga harus bangga karena ini hanya dimiliki oleh negara kita yang harus kita jaga dan dipertahankan keutuhannya.

Referensi :
Darmaputra, 1988. Pancasila Identitas dan Moralitas: Tinjauan Etis dan Budaya. PT.BPK Gunung Mulia.Jakarta
Kaelan, Achmad. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi berdasar SK Dirjen Dikti No 43/DIKTI/KEP/2006.Paradikma. Yogyakarta








































0 komentar:

Posting Komentar